Tips Meningkatkan Vocabulary untuk Speaking

Meningkatkan vocabulary mastery atau pembendaharaan kosakata merupakan salah satu aspek penting dalam mempelajari bahasa asing. Ini juga salah satu aspek yang siswa saya sering keluhkan saat mempelajari bahasa Inggris, terutama ketika berbicara. Mereka sulit mengekspresikan maksud karena lupa atau tidak mampu memilih kata yang tepat. Padahal sebenarnya mereka sudah hafal kata yang dimaksud, hanya saja kesulitan mengingat kembali (recall).

Meningkatkan vocabulary untuk speaking sebaiknya dimulai dari tingkat dasar hingga tingkat lanjut secara berkesinambungan. Pada tingkat dasar, siswa biasanya akan fokus memperbanyak kata pada konteks kegiatan sehari-hari, misalnya hobi, sekolah, dan hiburan. Pada level selanjutnya, fokus bertambah dengan menghafal kata-kata yang jarang terdengar di konteks sehari-hari sehingga sudah masuk ke konteks spesifik, misalnya akademik/ilmiah dan bisnis.

Ingat juga bahwa selain memperbanyak (size) kita juga perlu memperdalam (depth) vocabulary. Vocabulary size berkaitan dengan jumlah kata yang seseorang pahami, sedangkan vocabulary depth berkaitan dengan seberapa jauh seseorang memahami arti dan penggunaan sebuah kata. Dengan kata lain, vocabulary depth menunjukan kedalaman pemahaman terhadap suatu kata.

Menurut saya, vocabulary depth ini sering terlupakan oleh para siswa. Mereka mungkin bisa menghafal ratusan kata setiap bulannya, tapi sering mengalami kesulitan dalam menggunakan kata-kata tersebut dalam berbagai konteks.

Contoh untuk vocabulary depth: kata ‘visit’ bisa menjadi kata kerja, kata benda, atau kata sifat (dengan perubahan bentuk). Dengan demikian, saya bisa membuat kalimat sebagai berikut.

“I visit my grandma.” (Visit sebagai kata kerja)
”I paid a visit to my uncle in Cilegon last year.” (Visit sebagai kata benda)
”The visitors can’t enter this room.” (Visit menjadi visitor sebagai kata benda)
”Mr. Smith is becoming a visiting professor in my university this summer.” (visit menjadi visiting sebagai kata sifat)

Terkadang suatu arti atau maksud bisa juga terbentuk dengan banyak kata. Misalnya, arti ‘ingin’ bisa diekspresikan dengan “want to”, “I’d like to” atau “I’m planning to”. Penggunaan kata-kata tersebut tentu harus disesuaikan dengan konteks.

Berikut saya sajikan beberapa tips untuk meningkatkan vocabulary dalam mempelajari bahasa Inggris.

Meningkatkan Vocabulary Lewat Teks

Singkirkan pemahaman bahwa teks adalah tulisan. Dalam kasus ini, teks adalah segala hal yang menunjukan makna/arti atau pesan. Gambar, simbol, video atau suara sekali pun bisa menjadi teks, selama mereka menyampaikan arti. Memahami dan menganalisis teks tersebut sangat penting karena itu input utama kita.

Pada tingkat dasar, siswa mungkin akan mengurutkan dan menghafal kata-kata penting yang bersumber dari sebuah kamus atau buku panduan belajar bahasa Inggris. Namun, saya sangat merekomendasikan untuk mengambil kata-kata baru langsung dari sumber otentik seperti artikel berita, caption foto di media sosial, film (hiburan, lagu, dokumenter dll), iklan, seminar, surat dan lain-lain.

Teks otentik sudah menyajikan penggunaan kata pada kalimat dalam konteks tertentu. Selanjutnya, kita bisa mencari lebih dalam arti kata tersebut di kamus, kemudian meniru dan memodifikasi keterangan lain untuk melatih penggunaan kata baru yang ditemukan.

Contoh kasus, saya menemukan komentar di media sosial “happy banget setiap dapat package dari ****. Packagingnya udah ga perlu ditanya lagi, cantik dan mewah.”

‘Package’ pada komentar di atas bisa berarti paket dan ‘packaging’ adalah kemasan produk. Kemudian cobalah untuk menulis kalimat baru, “Yesterday I got a package. It was my order from Nophee. I bought some lip cream. The colour is highly pigmented, but I don’t really like the packaging. It is too big.”

Kemudian, cari tahu kata apa lagi yang mungkin berkaitan dengan ‘package’. Apakah berkaitan dengan ‘packing’? Di sini lah kita mulai menggunakan kamus untuk mencari arti, sinonim serta cara pengucapan.

Bantu Daya Ingat dengan Visual

Media visual atau gambar (statis atau bergerak) sangat bermanfaat dalam mengingat kata dan artinya. Strategi ini biasa kita temukan pada buku pelajaran bahasa Inggris tingkat dasar, untuk anak-anak. Untuk tingkat lebih tinggi, kita bisa belajar dengan menggunakan subtitle berbahasa Inggris ketika menonton film atau video singkat berbahasa Inggris.

Lewat video berbahasa Inggris, kita tidak hanya melatih ingatan melalui gambar, tetapi juga suara. Ini juga akan membantu kemampuan bahasa lainnya seperti menyimak dan berbicara secara bersamaan.

Meningkatkan Vocabulary Lewat Komunikasi

Proses belajar yang baik adalah proses belajar yang mampu memberikan makna. Di luar konteks belajar kelas, jadikanlah bahasa Inggris sebagai alat berkomunikasi supaya bisa menjadi hidup dalam kegiatan sehari-hari. Tidak hanya sebatas mata pelajaran sekolah.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya mulai menggunakan bahasa Inggris untuk gadget dan diary sejak SMP dan itu sangat membantu meningkatkan vocabulary mastery. Pada saat proses menulis saya harus mengecek dan menemukan kata yang tepat sesuai dengan maksud yang saya inginkan.

Merambah pada komunikasi digital, website dan tempat belajar online sangat mudah untuk ditemukan. Kita bisa berdiskusi dan memberikan opini dalam lingkungan yang sehat serta mendukung terjadinya proses belajar.

Learnenglish.britishcouncil.org adalah website favorit saya untuk belajar. Banyak sekali sumber bahan ajar dan latihan untuk siswa maupun guru. Yang lebih penting adalah semuanya bisa diakses secara gratis.

Kemudian, mengikuti kelas internasional (siswa dan guru dari berbagai negara) juga sangat baik. Saya pernah mengikuti kelas bahasa Inggris online gratis dimana mereka menggunakan full Inggris untuk berkomunikasi. Meskipun masih menggunakan broken English dan ‘menabrak’ tata bahasa, feedback dan support yang diberikan guru serta siswa lain membuat saya lebih percaya diri dan bersemangat untuk terus belajar.

Membaca dan Menyimak secara Aktif

Selalu biasakan untuk membaca dan menyimak secara lebih aktif. Setelah mengambil kata-kata baru dan penting dari sebuah teks, sebaiknya ulangi kembali atau ceritakan kembali konten pada teks dengan bahasa sendiri sambil menggunakan kata-kata baru yang ditemui.

Berikan juga tanggapan mengenai konten teks. Apa yang perlu diperbaiki? Apa yang perlu dilakukan? Apa yang membuatnya menarik atau tidak menarik? Dengan demikian, kita juga akan terdorong untuk mencari ekspresi atau idiom yang berguna.

Dari tips di atas beberapa kunci utama dalam meningkatkan vocabulary terletak pada:

  1. Input, ambil kata-kata dari media otentik dengan mempertimbangkan topik dan konteks.
  2. Konsistensi, latihan akan terasa efektif jika dilakukan secara berkesinambungan.
  3. Proses belajar yang bermakna, komunikasikan atau gunakan bahasa Inggris dalam kehidupan.
  4. Ukuran dan kedalaman, tidak hanya memperhatikan ‘seberapa banyak kata yang diingat’, tapi juga ‘seberapa dalam saya paham terhadap arti dan penggunaan kata ini’.

Sekian tips meningkatkan vocabulary untuk speaking yang bisa saya sajikan. Semoga bermanfaat.

One thought on “Tips Meningkatkan Vocabulary untuk Speaking

  1. Saya coba nonton film dengan subtitle english, dan akhrirnya saya ketiduran karena bingung sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *