The Originote Menipu? Kok Bisa?

The Originote adalah brand perawatan kulit yang berbasis di Indonesia. Produk moisturizernya pernah viral di Tiktok tahun 2022 lalu karena berhasil membuat kulit beberapa penggunanya glowing. Bahkan ada yang berpendapat bahwa moisturizernya mirip dengan moisturizer Skintific. Namun, saya mendapatkan isu negatif tentang brand ini.

Karena viral di Tiktok, saya kemudian mengecek social media tersebut dan menemukan keyword “the originate menipu”. Selain “drama” tersebut, saya juga perlu mempelajari brand ini karena seorang kerabat dari teman meminta opini mengenai the Originote yang masih asing di telinga saya. Lantas saya melihat sekilas produk mereka dari harga dan kemasan. Entah mengapa pada saat itu saya langsung tidak merekomendasikan tanpa membaca deskripsi produk.

Menghakimi suatu produk tanpa penulusuran tentu bukan hal yang baik. Oleh karena itu, saya kemudian menjadi sangat tertarik untuk  membahas brand ini dan mencari lebih jauh mengenai produk-produknya.

Informasi Umum

Saya sudah mencari informasi mengenai pemilik the Originote di beberapa artikel dan portal berita. Tidak ada satu tulisan pun yang memberikan informasi mengenai founder atau asal-usul brand ini. Hanya sebatas “brand lokal”. Bahkan, tidak ada website resmi.

Ini tentu sangat aneh mengingat mereka sudah memiliki akun Shopee mall dan Instagram resmi dengan followers puluhan ribu. Penjualan dan popularitas mereka juga sedang mengalami peningkatan. Rasanya sangat aneh apabila tidak memiliki website resmi yang lumrah dimiliki oleh sebuah badan usaha.

Setelah gagal mendapatkan informasi founder, kemudian penelusuran berlanjut ke website BPOM untuk mencari izin edar the Originote. Kata kunci yang digunakan adalah “the originote” sebagai merk. Merk tersebut ada pada data base BPOM, mulai dari nama produk dan pendaftar.

Merk the Originote didaftarkan oleh PT. Nayue Kosmetik Indonesia. Ini adalah sebuah perusahaan maklon kosmetik multinasional. Didirikan di Shanghai pada tahun 2007 dan di Indonesia pada tahun 2016. Terafiliasi dengan perusahaan lain, yakni PT. Ayara Beauty Indonesia dan PT. Nayue Skin Indonesia.

Apakah the Originote sudah BPOM?

Nampaknya, semua produk the Originote sudah mendapatkan izin edar. Terdapat 66 produk mereka yang terdaftar di BPOM. Dengan demikian, the Originote aman digunakan, dalam arti tidak mengandung zat terlarang dalam produk kosmetiknya.

Mengapa the Originote Dianggap Menipu?

Karena katanya brand ini sempat viral di Tiktok, maka saya coba melakukan pencarian dengan keyword “the Originote” di media sosial itu. Video yang muncul paling atas adalah video dari akun dosenskincare yang menjelaskan tuduhan penipuan terhadap the Originote.

Lewat posternya, the Originote mengklaim bahwa produk moisturizernya memiliki kandungan hyaluronic acid 7%, ceramide 2%, dan chlorelina 3%. Sayangnya, dua bahan terakhir tadi berada di barisan paling akhir pada bagian komposisi.

the originote

Daftar komposisi dalam sebuah produk akan menuliskan zat dan bahan-bahan yang terkandung secara berurutan, dimulai dari zat dengan kadar tertinggi ke terendah.

Ceramide dan chlorelina pada daftar komposisi the Originote moisturizer ditulis setelah zat phenoxyethanol. Itu merupakan zat pengawet dengan batas penggunaan aman 1%. Oleh karena itu, zat-zat yang tertulis setelah phenoxyethanol kemungkinan besar memiliki kadar 1% atau kurang.

Komposisi produk moisturizer dari akun ShopeeMall the Originote adalah sebagai berikut:

Water, glycerin, butylene glycol, glycereth-26, 1,2-hexanediol, hydroxyacetophenone, acrylates/c10-30 alkyl acrylate crosspolymer, panthenol, hydroxyethylpiperazine ethane sulfonic acid, diglycerin, propylene glycol, triethanolamine, methylpropanediol, sodium hyaluronate, allantoin, glucose, sophora angustifolia root extract, stephania tetrandra extract, hydrolyzed hyaluronic acid, cnidium monnieri fruit extract, glycyrrhiza uralensis (licorice) root extract, phellodendron amurense bark extract, phenoxyethanol, caprylic/capric triglyceride, chlorella vulgaris extract, spirulina platensis extract, hydrogenated lecithin, chlorphenesin, hexylene glycol, stearic acid, cholesterol, ceramide NP.

Pada daftar komposisi di atas, chlorella dan ceramide muncul setelah phenoxyethanol sehingga kemungkinan besar kedua bahan tersebut memiliki kadar di bawah 1%.

Meskipun diduga terdapat perbedaan klaim dan data komposisi, akun dosenskincare lebih jauh menjelaskan bahwa BPOM tidak bisa menarik izin edar produk mereka. Hal ini karena BPOM hanya mengecek kandungan yang tertulis pada kemasan dan isi produknya. Sedangkan, klaim yang dipermasalahkan (hyaluronic acid 7%, ceramide 2%, chlorelina 3%) tertulis pada poster marketing, bukan pada kemasan produk.

Apakah the Originote masih aman untuk dipakai?

Dari permasalahan yang muncul, rasanya the Originote masih aman untuk digunakan. Isu “penipuan” ini hanya berkaitan dengan urusan marketing saja. Mereka juga masih memegang izin BPOM sehingga masih bisa mengedarkan dan menjual produ-produknya.

Harga yang ditawarkan terjangkau untuk pemula dengan rata-rata harga produk mereka berada di bawah 50ribu. Harga tersebut masih masuk akal dan tidak memberatkan. Masih satu level dengan produk over the counter seperti Wardah, Emina, Garnier atau Ponds.

Sekian informasi yang bisa saya sajikan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

One thought on “The Originote Menipu? Kok Bisa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *