Piknik ke Pantai Citanggeuleuk Garut Selatan

Pantai Citanggeuleuk berada di daerah Garut Selatan yang memang sangat terkenal akan keindahan pantainya. Sebelumnya, saya sering pergi ke Santolo atau Sayang Heulang saat liburan atau saat mengunjungi keluarga di sana. Walaupun saya tidak pernah bosan mengunjungi keduanya, kali ini saya dan keluarga ingin mengeksplorasi pantai-pantai lainnya. 

Ada dua pantai baru yang direkomendasikan oleh saudara, yaitu Pantai Cijeruk dan Citanggeuleuk. Dari kedua pantai itu, Citanggeuleuk menjadi pantai yang kami pilih karena berlokasi lebih dekat dengan rumah saudara di Pameungpeuk.

Perjalanan ke Pantai Citanggeuleuk

Saya pergi bersama keluarga besar yang didominasi anak-anak. Berangkat dari Cilawu, Garut, pukul 5.30 pagi. Kami melewati jalan raya yang kecil dengan belokan tajam. Saya sudah lumayan terbiasa dengan medan seperti ini. Namun, nampaknya ini hal yang lumayan ekstrem untuk anak-anak.

Jalan ekstrem ini dimulai dari perbatasan Cikajang hingga Neglasari. Dengan kecepatan 40km/jam, area ini bisa dilewati sekitar 1,5 jam. Ponakan kecil saya menangis sepanjang jalan, “enggak mau jalan berbelok T_T Ingin jalan lurus aja T_T Kapan sampainya? Pulangnya gak mau jalan sini lagi T_T. Aaaaaah pingin di rumah aja T_T”

Akhirnya, mereka berhenti menangis karena capek sendiri dan memilih tidur.

Pukul 09.00 kami sudah tiba di Alun-Alun Pameungpeuk, tapi masih harus menempuh jarak sekitar 31km lagi atau sekitar 45 menit ke Pantai Citanggeuleuk. Alhamdulillah kali ini jalannya lebar dan lurus tidak berkelok tajam. Aspalnya pun sangat mulus. Ditambah lagi, pemandangannya cukup indah karena kita bisa melihat laut dari jalan. Namun, masih harus berhati-hati ya karena jalannya terjal alias menanjak curam.

Akses Masuk Pantai Citanggeuleuk

Pantai Citanggeuleuk masih sangat baru sehingga papan atau rambunya tidak begitu jelas terlihat. Dari arah Pameungpeuk, akses pintu masuk ke pantai ini berada di sebelah kiri, setelah tanjakan yang terjal. Bisa dilihat di gambar papannya tidak begitu eye-catching dan berukuran kecil. Sangat mudah untuk terlewatkan oleh pengendara.

Papan

Meskipun dekat dari jalan raya yang bagus, akses jalan ke pantai ini belum diaspal, masih berupa tanah. Tentu waktu terbaik mengunjungi pantai ini adalah ketika cuaca kering. Selepas hujan, jalanan akan lumayan berbahaya apabila dilewati kendaraan. Lebarnya pun hanya muat untuk 1 mobil dan 1 motor. Namun, tidak perlu khawatir karena ada petugas yang mengatur lalu lintas di sana. 

Harga Tiket Pantai Citanggeuleuk

Ada dua posko petugas pengelola Pantai Citanggeuleuk. Pertama, posko atas, di gerbang masuk. Di sini, petugas akan memberitahukan jumlah mobil yang turun ke bawah supaya bisa melewati jalan dan mendapatkan tempat parkir di sana. Mereka juga yang memberikan tiket masuk. Harganya hanya Rp3.000,- rupiah saja per orang! Dan, anak kecil bisa masuk secara GRATIS. Sangat murah! 

Saat ditanya usia anak yang masuk kategori bebas tiket, petugasnya hanya bilang, “ya pokoknya anak kecil saja yang gratis.” Kita disuruh mikir sendiri hehehe ya sudah kita putuskan sendiri dan bayar tiket untuk usia 13 tahun ke atas (SMP dan dewasa).

Posko kedua berada di bawah, di pintu area parkir dekat pantai. Di sini, petugas akan memberikan tiket parkir senilai Rp5.000,- saja per mobil. Wahhh, saya agak kaget dengan harga yang diberikan. Saya pikir mereka akan menaikan harga sebagaimana yang biasa terjadi di Garut saat musim liburan. Salut banget sama petugas/pengelola Pantai Citanggeuleuk.

Area Parkir

Area parkir masih berupa tanah. Saya iseng menghitung mobil yang terparkir sampai memenuhi kapasitas maksimal di sana. Ada sekitar 22 mobil yang berjajar rapih, di kanan dan kiri. Tidak lama ada 2 mobil lagi yang masuk. Nampaknya akan disuruh parkir paralel. Sepertinya tempat parkir bisa memuat (maksimal) 25 mobil saja. Untuk motor, mungkin bisa lebih dari 50. Memang areanya masih tidak terlalu luas karena masih tahap pengembangan.

Area parkir pantai citanggeuleuk

Berbeda dengan Pantai Santolo dimana bibir pantai sangat dekat dengan area parkir, bibir pantai Citanggeuleuk sedikit jauh. Kita harus berjalan cukup jauh di atas pasir. Pasirnya berwarna hitam yang mudah menyerap panas. Saat matahari sedang terik, pasir akan terasa sangat panas. Walking on the sand bare foot is not a good idea.

Main Attraction

Magnet utama Pantai Citanggeuleuk adalah area pikinik (gubuk tempat makan, hamparan pasir yang luas), fasilitas sewa mobil ATV, dan pemandangan. 

ATV

Jika kalian ingin berenang atau bermain ombak, Pantai Citanggeuleuk bukan pilihan tepat. Sejak masuk pantai, sudah banyak rambu yang dipasang sebagai peringatan untuk TIDAK BERENANG atau bermain ombak terlalu dalam ke bibir pantai.

Petugas/pengelolanya juga sigap sih. Tiap ada orang yang bermain ombak agak ke tengah langsung diperingatkan. Ombak dan bentuk pantainya memang sangat membahayakan. Untuk bagian ini, saya tidak puas T_T karena niatnya ingin main ombak. 

Kami hanya bermain di pinggiran pantai. Ibaratnya, hanya rendam kaki di kolam renang.Tapi, untungnya anak-anak masih happy dan tidak menyesal melewati perjalanan yang melelahkan. Dua ponakan saya yang tersiksa dan menangis di sepanjang jalan tadi, terlihat sangat ceria dan puas-puas saja menghabiskan waktu di pantai karena masih bisa kejar-kejaran dengan ombak, main ATV dan makan di alam terbuka.  

Gubuk tempat makannya lumayan banyak. Ada warung-warung juga yang menyediakan makanan instan dan minuman. Kalau ada tempat kosong langsung tempati saja. Nanti setelah selesai, tanya harga ke warung terdekatnya. 

Pantai Citanggeuleuk Garut

Tarif gubuknya juga agak membingungkan. Mereka tidak punya patokan harga untuk gubuknya. Ntah aslinya gratis atau tidak, saat kami mau bayar pedagangnya cuma bilang ‘seikhlasnnya aja’. Lantas, kami kasih Rp50.000,- dan si ibunya jawab, ‘jangan terlalu banyak’. Ya, gimana ya. Kami ikhlas kok bayar segitu karena ibu warung dan petugasnya baik-baik sih.

Karena pinggiran pantainya lumayan luas, pengunjung bisa dengan nyaman memakai ATV atau bermain olahraga pantai seperti voli pantai. Biaya sewa ATV kemarin sekitar Rp30.000 / 10 menit. Lumayan mahal hehehe tapi entah lah ya dealnya berapa. Ibu saya suruh ponakan untuk menawar harga ke tukang sewanya. 

Terakhir, magnet Pantai Citanggeuleuk adalah pemandangannya. Dari area parkir, jalan ke arah kiri untuk makan-makan, dan ambil ke arah kanan untuk membuat konten hehe di sana ada tebing dan karang yang membuat pemandangan indah. 

Tebing di pantai

Beberapa orang lokal bilang karang dan tebingnya mirip pantai di Bali. Saya belum pernah ke pantai-pantai Bali. Kira-kira berapa persen kemiripan pantai ini dengan yang di Bali? 

Mungkin banyak pengunjung Pantai Citanggeuleuk yang terhasut oleh testimoni “mirip pantai Bali”. Saat saya berjalan ke area yang ada tebingnya, banyak orang-orang yang “content-ready”, outfit hits ala tiktoker lengkap dengan tongsis dan alat penunjang konten lainnya. 

Jadi penasaran hasil jepretan orang-orang kayak gimana. Hasil foto saya ya begini aja hehehe

Fasilitas Lain

Tidak banyak fasilitas lain yang terlihat. Di Google, terlihat ada fasiltas tempat sholat di dekat pantai. Namun, selama saya di sana masih belum terlihat bangunannya. Mungkin harus masuk ke perkampungan dulu kali ya. Jaraknya lumayan sih. Jadi, fasilitas ibadah bisa dikatakan belum tersedia dengan baik di sana.

Toilet umum atau tempat ganti baju masih dikategorikan dalam tahap pengembangan. Ada sekitar tiga toilet dekat area parkir dan itu tidak gratis. Untuk BAK Rp2.000an, BAB Rp4.000an, dan mandi Rp6.000. Saya cuma ikut ganti baju saja. Satu ruangan berdua dengan kakak. Dikasih Rp5.000,- masih ada kembalian Rp1.000,-.

Sepertinya fasililtas lain akan bertambah dan berkembang lagi karena ada proses pembangunan di sekitarnya.

Untuk kualitas toilet dan tempat ganti bajunya mirip dengan toilet SPBU Plat Merah yang pinggiran :’) atau bahkan di bawahnya sih. Ya, tidak begitu bagus. Asal gak terlalu bau dan kotor aja sudah cukup kayaknya. 

Ini sih kelemahan tempat bermain di Garut. Toiletnya belum ada yang menunjukan seni. Ah… isu toilet umum di Garut bakal seru dibahas karena saya pernah menemukan toilet yang lebih parah dari pantai ini, di bagian sebuah bangunan megah di tengah kota Garut, yang seharusnya mencerminkan kebersihan banget.

Okay Stop ngebahas toiletnya. Mari kita buatkan kata penutup untuk Pantai Citanggeuleuk.

Overall, Pantai Citanggeuleuk memiliki karakter berbeda dengan Pantai Santolo, pantai yang paling terkenal di Garut Selatan. Pantai Citanggeuleuk menyajikan pemandangan karang dan tebing yang indah dan hamparan lautan pasir hitam yang jauh lebih luas untuk bermain dan berekreasi. Harga tiket dan tempat parkir juga sangat terjangkau dengan performa pengelola yang sigap. 

Next, mudah-mudahan bisa berkunjung ke Cijeruk… hehehe

Selamat berlibur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *