Mendapatkan Diskon Shopee

Siapa sih yang tidak mau mendapatkan diskon besar? Saya iseng-iseng memfollow beberapa akun base di Twitter yang sering membahas tentang perbelanjaan. Sering sekali para pengguna membagikan screenshot berupa belanjaan, hingga berpuluh-puluh paket. Mereka kadang bilang dapat barang gratisan atau diskon besar lewat angka ‘t0g3l’ alias kode voucher.

Saya heran bagaimana mereka bisa mendapatkan diskon sebanyak dan sesering itu. Akhirnya, saya rajin mengikuti base diskonan menjelang 7.7 deal shopee kemarin. Dasar rezeki! Iseng-iseng scroll, malah dapat dua voucher diskon. Ini langsung heboh sih. Orang-orang berlomba untuk berbelanja.

Saya mendapatkan info kode ULR100K06 (potongan 100K) dan ULR50K06 (potongan 50K). Selanjutnya, langsung checkout barang yang dibutuhkan saat itu. Meskipun ternyata hanya kode potongan 100K saja yang bisa terpakai, itu sudah luar biasa. Harga barang yang diinginkan sekitar 109ribu dan dengan kode voucher itu, saya hanya membayar 11ribu saja. Harga barang menjadi 9ribu saja; ditambah dengan biaya penanganan.

Makin siang, makin banyak diskon bertebaran. Saya juga agak makin gila. Semua barang saya masukan ke keranjang. Kemudian mencari-cari diskon dan mencoba-coba voucher. Entah itu cashback atau potongan harga, saya coba semua. Sebelum mendapatkan harga paling murah, pantang untuk check out.

Ketika mendapati harga masih mahal, saya cari barang lain dan kode voucher lain. Terus saja begitu sampai malam menjelang tidur. Pikiran penuh dengan pertimbangan, “check out sekarang? Atau nanti pas ada voucher baru lagi? Atau nunggu sampai harga makin murah?” Pikiran makin tidak sehat. Apalagi pas saya cek ulang, barang yang akan dibeli bukan barang dalam daftar kebutuhan melainkan barang ‘keinginan’.

Tiap bulan atau tahun saya selalu menuliskan barang-barang apa yang saya perlukan. Kemudian dipetakan bulan apa barang itu akan dibeli. Hal ini dilakukan agar budget tidak bocor. Saya tidak mau mengalami kekurangan uang di tengah bulan juga. Terbukti, catatan ini mampu mengerem ego berbelanja.

Saya bersyukur. Di tengah gempuran diskon yang menggila, otak saya masih mau diajak waras. Hanya ada dua barang yang akhirnya dibeli. Itu pun salah satunya masuk ke dalam daftar kebutuhan.

Bagaimana Mendapatkan Diskon Shopee?

Cara yang paling umum untuk mendapatkan diskon Shopee adalah dengan mengikuti akun sosial media resmi mereka. Biasanya mereka mengumumkan tanggal promosi dan diskon yang tersedia. Pengguna hanya perlu mengecek halaman ‘voucher’ secara berkala.

Cara yang lebih ‘gila’ adalah dengan mengikuti komunitas berbelanja. Kenapa saya bilang itu lebih gila? Karena penggunanya sangat aktif membagikan produk diskonan dan voucher belanja yang kadang tidak disebarkan secara luas oleh akun resmi. Bahkan, mereka juga membuat grup telegram untuk berbagi kode voucher.

Beberapa akun Twitter untuk mendapatkan diskon Shopee dan e-commerce lainnya adalah sebagai berikut:

1. @discountfess merupakan akun base untuk bertanya dan berbagi hasil diskonan. Anehnya, ketika ada orang yang bertanya mengenai kode atau cara mendapatkan diskonan, jarang ada yang membalas secara detail. Biasanya mereka mengarahkan ke link grup lain. Jadi, setiap kali ada yang memposting hasil diskon, saya langsung check e-commercenya saja daripada menanyakan cara mendapatkan diskon tersebut ataupun join grup Telegramnya.

2. @berburusales adalah sub akun discountfess. Akun ini khusus untuk berbagi informasi diskon baik itu offline maupun online store. Tweetnya sangat aktif sekali. Harus makin waspada supaya tidak mudah tergiur untuk berbelanja.

3. @xkode06 (SiCode Promo) bersifat lebih random untuk berbagi promo dan diskon. Akun ini kurang begitu masif atau aktif dibanding dua akun tadi karena bukan base atau akun bot.

Saya share tiga akun saja, ya. Sebenarnya masih banyak lagi, tapi Itu sudah cukup. Bahaya kalau kita mengikuti banyak akun belanja. Hati pasti sering goyah. Dua akun pertama memilki komunitas Telegram yang pasti jauh lebih masif. Saya tidak join karena agak ngeri.

Jika kalian ingin mengikuti komunitas seperti itu, saya harap kalian memiliki hati yang kuat dan pikiran yang sehat. Membeli barang murah memang menguntungkan, tapi jika kita melakukannya setiap hari apalagi untuk bukan barang kebutuhan, jatuhnya akan menjadi boros dan konsumtif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *