Drop Out Kuliah Masih Bisa dapat Ijazah

Drop Out kuliah masih bisa lanjut kuliah dan dapat ijazah kok! Waktu kuliah dulu, ada beberapa teman yang tidak bisa sidang tesis karena habis masa studi sehingga terpaksa DO. Kabar baiknya, ada yang namanya program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yang bisa “meluluskan” mahasiswa DO. 

Setelah baca-baca di sumber lain, program RPL ini merupakan program kuliah yang lebih fleksibel dan bisa meluluskan mahasiswanya lebih cepat. Lewat jalur ini, ada beberapa aktivitas siswa yang bisa dikonversi menjadi beberapa SKS mata kuliah. Misalnya, pengalaman kerja atau pengalaman berkuliah sebelumnya bisa menggantikan beban SKS di proses pembelajaran RPL. Nanti siswa tinggal belajar atau menjalani sisa SKS yang belum terkonversi saja.

Saya sendiri baru mengetahui program ini beberapa waktu yang lalu. Seorang teman di Grup WA mengirimkan informasi program RPL kerja sama antara UNY dan STKIP Pasundan di semester ganjil TA 2024/2025. Perkuliahannya 1-2 semester saja di STKIP Pasundan dan nanti ijazahnya dikeluarkan oleh UNY. 

Ini mirip kasusnya Gibran yang kuliah di MDI Singapore, tapi ijazahnya dari University of Bradford. Itu Gibran kuliahnya normal ya teman-teman, bukan program RPL hehehe takut ada yang salah paham. Saya hanya mencoba mengurangi kebingungan atas pertanyaan, “kok kuliah di univ A, tapi ijazahnya dari univ B?” Ya memang ada jenis kerja sama seperti itu.

Biaya program RPL ini standar sih untuk jenjang magister di Indonesia, sekitar Rp9.500.000,- an per semester. Gak apa-apa lah ya nambah uang lagi dari pada enggak dapat ijazah? Menurut saya, harus maksain ikut program seperti ini kalau kasus DOnya hanya menyisakan tesis saja.

Kasus teman-teman saya yang kemarin DO sangat miris banget soalnya.

  1. Ada yang mau sidang proposal, 
  2. Ada yang tesisnya sudah selesai, tapi belum diapprove dospem untuk sidang tesis, 
  3. Ada yang sudah sidang tesis ke-1, tapi “dicuekin” dosen penguji. Saya gak begitu paham dengan kronologinya. Yang jelas teman saya kebingungan untuk melanjutkan proses ke sidang ke-2 nya :’)

Nah, kalau kasusnya tinggal sidang saja, seharusnya kita cuma butuh 1 semester untuk mengikuti program RPL ini. Tinggal penelitian, bimbingan dan sidang gitu lah. Ini menjadi angin segar untuk orang-orang yang belum menyelesaikan tugas di masa lalunya. 

Semoga teman-teman yang masih terbebani dengan tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliah bisa mengikuti program seperti ini. Kebayang sudah 8 semester ikut perkuliahan dan punya nilai-nilai yang bagus, tapi harus terganjal oleh tesis saja? Bikin greget ya?!

Nah, silakan cek universitas-universitas terdekat. Barangkali mereka memiliki program RPL juga. Sebelum daftar, cari informasi detail tentang kredibilitas atau akreditasi perguruan tingginya dulu supaya kita punya kejelasan hukum dan ijazah yang dikeluarkan juga diakui negara. Baru kemudian hubungi pihak kampusnya untuk informasi biaya, persyaratan, tempat dan proses belajar, serta proses konversi SKSnya.

Semangat bagi teman-teman yang masih berjuang menyelesaikan tugas akhir… Di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Semoga lancar dan sukses <3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *