Apa itu Tes PTE? Tes Kemampuan Bahasa dari Inggris

PTE (Pearson Test of English) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang sekarang dikembangkan dan dioperasikan oleh Pearson Education Limited. Berbasis di Inggris, tes kemampuan bahasa Inggris ini diterima di banyak lembaga atau institut di dunia. Dengan kata lain, sertifikat tes ini diakui secara international, sama seperti IELTS (British Council/Cambridge/IDP Education) dan TOEFL (ETS).

Kebanyakan orang di Indonesia lebih mengenal TOEFL dan IELTS dibandingkan PTE. Saya sendiri baru mendengar tes ini dari seorang murid yang sedang mempersiapkan kelengkapan bekerja ke Australia. Setelah dipelajari, ternyata tes ini lebih kompleks dan membutuhkan spontanitas karena waktu untuk menjawab setiap soal yang diujikan sangat terbatas. Sangat berbeda dengan TOEFL dan IELTS.

Jenis Tes PTE

Tes PTE bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan peserta tes. Berdasarkan website pearsonpte.com, setidaknya ada tiga jenis tes yang disesuaikan kebutuhan. Pertama, tes PTE Academic dikembangkan bagi mereka yang ingin belajar, bekerja, dan bermigrasi ke luar negeri. Kedua, PTE Home diperuntukan pengajuan visa bermukim dan kewarganegaraan. Ketiga, PTE Core digunakan untuk mengetes kemampuan bahasa Inggris secara umum bagi mereka yang ingin bermigrasi ke Kanada.

Bagi para pelajar dan pekerja, mereka harus mempersiapkan diri untuk PTE Academic. Mengenal format tes sangat penting supaya terbiasa dalam memahami instruksi selama tes. Dengan kata lain, kita paham apa yang harus dilakukan saat tes nanti dan bisa fokus pada materi tesnya.

Pembahasan tentang tes PTE selanjutnya akan lebih spesifik pada PTE Academic.

Biaya Tes PTE

Tidak jauh berbeda dengan IELTS, biaya tes PTE Academic baik itu on site maupun online adalah $200. Disesuaikan dengan kurs saat ini, biaya untuk tes PTE dalam rupiah adalah sekitar 3jutaan.

Untuk Apa Sertifikat PTE?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tes PTE bisa memenuhi persyaratan untuk berkuliah dan bekerja di lembaga, perusahaan, dan perguruan tinggi di banyak negara termasuk Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Lebih jauh lagi, ternyata kita juga bisa menggunakan sertifikat PTE untuk mengajukan beasiswa LPDP.

Buku Latihan

Tes PTE menguji empat kemampuan bahasa, yaitu listening, speaking, reading dan writing. Mereka menyediakan buku pegangan atau handbook bagi calon peserta tes. Buku tersebut bisa diunduh di halaman website PTE.

PTE Test Taker Handbook berisi tentang pengenalan tes PTE, bentuk format, apa yang perlu disiapkan, dan keperluan tes secara umum. Tidak ada tips and trick untuk menjawab pertanyaan lebih detail. Untuk tips and trick menjawab pertanyaan tes PTE, peserta bisa membeli buku the Official Guide to PTE Academic.

Saya sendiri mendapatkan buku persiapan tes PTE dari seorang murid yang berjudul Pearson Test of English Academic: Practice Tests Plus with Key. Buku ini terdiri dari empat set contoh soal. Di set pertama, pembaca diberikan pengenalan terlebih dahulu mengenai jenis kemampuan yang diujikan, durasi waktu tes, jumlah sesi, tampilan format, penjelasan instruksi dan tips menjawab. Set soal selanjutnya langsung diberikan contoh soal dan tips menjawab.

Format Tes PTE Academic

Format tes yang dijelaskan di sini diambil dari buku Pearson Test of English Academic: Practice Tests Plus with Key. Terdapat empat bagian tes yaitu: speaking dan writing, reading dan listening.

Speaking and Writing

Test bagian pertama akan menguji kemampuan speaking dan writing. Pada bagian ini terdapat berbagai macam tes, sebagai berikut:

  1. Personal introduction. Peserta memiliki waktu 30 detik untuk memperkenalkan diri. Bagian ini tidak akan dinilai, tapi akan dikirimkan ke institusi tempat kita melamar.
  2. Speaking: Memiliki 5 jenis instruksi yang dijawab secara lisan.
    a. Read aloud, peserta diminta untuk membaca teks pendek yang tersedia dengan pronunciation dan intonasi yang tepat dalam 30-40 detik.
    b. Repeat the sentence, setelah mendengarkan rekaman, peserta diminta untuk mengulang kembali kalimat yang didengarkan semirip mungkin.
    c. Describe image, peserta diminta menjelaskan gambar, tabel, atau diagram secara singkat, padat, dan jelas.
    d. Re-tell a lecture, setelah mendengarkan atau menonton video ceramah, peserta diminta menjelaskan inti dari ceramah tersebut.
    e. Answer short questions, peserta diminta menjawab pertanyaan pendek yang berkaitan dengan pengetahuan umum. Jawaban biasanya hanya satu atau dua kata saja.
  3. Writing: Memiliki 2 jenis instruksi
    a. Summarize written texts, peserta diminta membaca sebuah teks dengan cepat, dan menuliskan inti sari bacaan ke dalam satu kalimat, maksimal 75 kata.
    b. Write an essay, peserta diminta menulis sebuah essay antara 200-300 kata berdasarkan topik yang telah disediakan.

Reading

Bagian kedua tes adalah reading. Tes membaca memiliki jenis-jenis instruksi tes sebagai berikut:

  1. Multiple choice, single answer. Setelah membaca teks dengan cepat, peserta diminta menjawab pertanyaan dan memilih satu jawaban yang benar.
  2. Multiple choice, multiple answers: Setelah membaca teks, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan dengan memilih opsi-opsi yang tepat sesuai dengan teks.
  3. Re-order paragraphs, peserta harus menyusun kalimat-kalimat untuk membentuk suatu paragraf yang baik.
  4. Reading: Fill in the blanks, peserta harus mengisi titik-titik dengan kata-kata yang sudah disediakan di box.
  5. Reading: Fill in the blanks from multiple choices, peserta harus mengisi titik-titik dengan memilih satu kata yang tepat dari opsi yang tersedia.

Listening

Bagian terakhir menguji kemampuan listening atau menyimak. Beberapa jenis insruksi yang disajikan adalah sebagai berikut:

  1. Summarize spoken text, setelah mendengarkan rekaman, peserta diminta menuliskan inti sarinya dalam 50-70 kata.
  2. Multiple-choice, multiple answers: setelah mendengarkan audio, peserta harus menjawab pertanyaan dan memilih pernyataan-pernyataan yang benar.
  3. Fill in the blanks, sambil mendengarkan audio, peserta harus melengkapi titik-titik pada transkrip audio yang tersedia.
  4. Highlight correct summary, setelah mendengarkan, peserta memilih ringkasan yang sesuai dengan audio.
  5. Multiple-choice, single answer, setelah mendengarkan, jawab pertanyaan dengan memilih satu jawaban yang benar.
  6. Select missing words, setelah mendengarkan, pilih kata atau sekumpulan kata untuk melengkapi audio yang didengarkan.
  7. Highlight incorrect words, sambil mendengarkan, analisis transkrip yang tersedia dan pilihlah kata atau frase yang tidak sesuai dengan audio.
  8. Write from dictation, setelah mendengarkan, tuliskan kembali apa yang didengarkan.

Total tes secara keseluruhan adalah 120 menit atau 2 jam. Di setiap sesi dan instruksi, peserta diberikan waktu yang terbatas untuk merespon. Dengan demikian, sangat penting untuk berlatih dan membiasakan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan pada PTE Academic.

Good luck!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *